4 Cara untuk Membuktikan Bahwa Kamu Bukan “Beban Keluarga”

0
20

Menjadi “beban” bukanlah sesuatu yang kita inginkan. Namun ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membuktikannya kepada orang sekitar. Simak Selengkapnya!

Bukanlah suatu keinginan kita untuk menjadi beban bagi keluarga, namun memang sepertinya ini adalah sebuah kehendak bagi kita-kita yang tidak memiliki privilege yaitu orang dalam pada suatu perusahaan. Mungkin untuk sebagian dari kita yang mendapatkan kemudahan itu tdak akan terasa susahnya mencari pekerjaan, menyatukan antara kebutuhan dan keharusan, mempertimbangkan kesempatan kerja yang datangnya sangat jarang. Masa menganggur adalah masa yang paling sulit terlebih kita tidak memiliki passive income yang mana satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk tetap bertahan hidup adalah bertumpu pada orangtua.
Bagi orang yang tidak merasakan sendiri, mereka tak akan tahu betapa sedihnya menjadi beban keluarga. Apalagi menjadi beban bagi orang tua yang sudah mulai menua dan kondisi ekonominya tak baik. Seorang anak dalam situasi tersebut akan merasa sangat rendah diri. Ia akan terpuruk karena menganggap dirinya betul-betul tak berguna. Penyebabnya beragam. Ada yang merasa jadi beban karena terlalu sering membuat masalah, hingga yang tak juga memperoleh pekerjaan.
Seorang anak yang baru lulus kuliah, misalnya. Ketika menganggur dalam waktu yang lama, pasti ia akan merasa jadi beban buat keluarganya. Bahkan meski keluarganya tak pernah menyebutnya demikian.Oleh karena itulah, perasaan seperti ini perlu segera diatasi. Untuk mengatasinya, berikut ini adalah 4 cara agar kamu dapat buktikan bahwa kamu bukan lagi menjadi beban keluarga.

  1. Bantu Orang Tua
    Bantulah orang tua menjalani aktivitas sehari-hari. Bantu mereka mengurus rumah atau mengurus usaha yang dijalankan. Cara ini akan meringankan kerja mereka, sekaligus meringankan perasaan Kamu yang menganggap diri sendiri sebagai beban.Bila Kamu masih menganggur, perbanyaklah bantuan yang Kamu berikan. Contoh, sebelum menganggur, Kamu biasa mencuci piring saja. Nah, kini selagi tak punya pekerjaan, ambillah pekerjaan yang lain seperti mengepel dan menyapu. Meski sepele, hal seperti ini akan membantu Kamu agar tidak jadi beban orang tua.
  2. Selesaikan Masalah Sendiri
    Tak sedikit orang yang merasa jadi beban karena yang bersangkutan terus-menerus menyeret orang tuanya dalam masalah. Setelah lulus, kebiasaan Kamu bertengkar masih begitu kuat, sehingga Kamu dikeluarkan dari kantor. Sikap seperti ini pada mulanya mungkin Kamu anggap sepele. Kamu menganggap itu bagian dari darah muda yang masih membara. Tapi lama-lama, Kamu akan merasakan bahwa Kamu hanya akan jadi beban orangtua. Sebab, Kamu terus-menerus merepotkan mereka.
  3. Jangan Terlalu Banyak Mengeluh ke Orang Tua
    Ceria di depan orangtua! Stop terlalu banyak mengeluh ke orang tua bila Kamu tak ingin merasa menjadi beban. Sesekali curhat memang tak masalah, Tapi tidak dengan mengeluh terus-menerus. Kamu harus belajar untuk bersikap lebih mandiri dan tanggung jawab.
    Misalnya saja, Kamu baru mendapatkan pekerjaan baru. Namun di kantor yang baru ini, bos Kamu sangat galak. Semestinya, Kamu menghadapi bos yang galak itu sendiri. Jangan malah mengeluh berulang kali ke ibu atau ayah Kamu . Sikap tersebut, selain manja juga tak solutif sama sekali. Dan suatu saat, ketika Kamu terlalu banyak mengeluh, Kamu akan merasakan bahwa Kamu hanya beban untuk orang tua.
  4. Aktif di Kegiatan Sosial
    Aktiflah dalam kegiatan kemasyarakatan. Meski tidak secara langsung bisa membantu finansial keluarga, akan tetapi cara ini efektif bagi Kamu yang ingin merasa tidak jadi beban orang tua. Sebab ketika Kamu aktif di masyarakat, Kamu punya kegiatan bermanfaat untuk dilakukan. Selain itu, peluang Kamu mendapatkan pekerjaan juga lebih terbuka bila Kamu kenal banyak orang. Di mata masyarakat pun, Kamu akan dipandang sebagai anak muda yang baik. Apalagi bila Kamu bisa menginisiasi kegiatan yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat banyak. Orangtua Kamu pasti akan merasa sangat bangga.